Wednesday, January 21, 2009

Belajar MapServer

Pertama yang dibayangkan ketika mendengar kata MAPSERVER agak bingung juga.....biasanya yang ada WEBSERVER,CCCCCClientserver...de...el...el. Tapi pada semester ini ada mata kuliah Sistem Informasi Geografis, nah disinilah saya mendengar dan mulai familiar dengan kata mapserver. MapServer merupakan aplikasi freeware dan open source yang memungkinkan kita menampilkan data spasial (peta) di web. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universitas Minesotta, Amerika Serikat untuk projek ForNet (sebuah projek untuk manajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (National Aeronautics and Space Administration). Support NASA dilanjutkan dengan dikembangkan projek TerraSIP untuk manajemen data lahan. Saat ini, karena sifatnya yang terbuka (open source), pengembangan MapServer dilakukan oleh pengembang dari berbagai negara.
Pada bentuk paling dasar, MapServer berupa sebuah program CGI (Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web server, dan berdasarkan beberapa parameter tertentu (terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta ataupun bentuk lain. MapServer mempunyai fiturfiturberikut:
• menampilkan data spasial dalam format vektor seperti: Shapefile (ESRI), ArcSDE (ESRI), PostGIS dan berbagai format data vektorlain dengan menggunakan library OGR
• menampilkan data spasial dalam format raster seperti: TIFF/GeoTIFF, EPPL7 dan berbagai format data raster lain dengan menggunakan library GDAL
• menggunakan quadtree dalam indexing data spasial, sehingga operasioperasi spasial dapat dilakukan dengan cepat
• dapat dikembangkan (customizable), dengan keluaran yang dapat diatur menggunakan filefile
template
• dapat melakukan seleksi objek berdasar nilai, berdasar titik, area,atau berdasar sebuah objek spasial tertentu
• mendukung rendering karakter berupa font TrueType
• mendukung penggunaan data raster maupun vektor yang ditiled (dibagibagi menjadi sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil dan menampilkan gambar dapat dipercepat)
• dapat menggambarkan elemen peta secara otomatis: skala grafis, peta indeks dan legenda peta
• menggunakan skala dalam penggambaran objek spasial
• dapat menggambarkan peta tematik yang dibangunmenggunakan ekspresi lojik mapun ekspresi reguler
• dapat menampilkan label dari objek spasial, dengan label dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling tumpang tindih
• konfigurasi dapat diatur secara on the fly melalui parameter yang ditentukan pada URL
• dapat menangani beragam sistem proyeksi secara on the fly

jadi jika kita ingin belajar tentang Gis berbasis web mapserver merupakan pilhan yang sangat tepat. untuk mencobanya kita bisa mendownload di situs Mapserper disini
pada situs tersebut sudah terdapat mapserver untuk windows dan sudah dilengkapi paket pendukung mapserver seperti gmap,chameleon,maplap dan paket-paket lainnya yang sudah tentunya akan sangat membantu dalam pembuatan aplikasi GIS berbasiskan WEB.....selamat mencoba

Share
allvoices
Privacy Policy - BlogPreneur News Copyright @ 2011 - Theme by NanLimo Canada