Sunday, August 08, 2010

Tradisi Mandi Air Pecung Menyambut Ramadhan


Tak terasa Ramadhan tahun ini ( bulan Puaso kato orang melayu) hanya tinggal hitunga hari. berbagai aktivitas untuk menyambut bulan ramadhan sudah mulai terasa, paling tidak kiriman pesan mohon maaf dan ucapan selamat menyambut ramadhan sudah mulai memenuhi kotak masuk sma dan facebook. bergabai macam cara yang dilakukan untuk menyambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan.
Dalam kehidupan masyarakat melayu ada beberapa kegiatan yang sudah menhadi tradisi dalam menyambut datangnya ramadhan. Diantaranya yang sering dilakukan dan sudah menjadi suatu tradisi yang wajib dilakukan yakni berziarah dan membersihkan kuburan keluarga yang sudah meninggal. aktivitas ini mulai dilakukan 2 minggu sebelum ramadhan sampai 1 hari terakhir sebelum ramadhan.

Selain itu ada aktivitas lain yang tak kalah pentingnya yang sudah menjadi tradisi yakni mandi air pecung ( masyarakat melayu pesisir) atau lebih sering di sebut Balimau Kasai ( oleh Melayu daratan"kampar,kuansing,rokan). Air pecung adalah sebutan untuk air wangi-wangian yang terbuat dari rebusan daun serai wangi, daun pandan, daun jeruk purut dan buah jeruk purut. ada juga sebagaian menambah bunga-bunga. mandi air pecung ini dilakukan sore hari 1 hari sebelum ramadhan. berbeda dengan balimau kasai mandi air pesung umumnya dilakukan dirumah masing-masing.
ada beberapa falsafah yang terkandung didalam tradisi mandi air pecung dalam masyarakat melayu. Bahkan sebagian masyarakat melayu pesisir sudah menjadikan tradisi turun temurun yang wajib dilaksanakan tiap tahunnya. apabila tdak melakukan mandi air pecung seolah-olah ada yang kurang dalam manyambut ramadhan.

Share
allvoices
Privacy Policy - BlogPreneur News Copyright @ 2011 - Theme by NanLimo Canada